Udah
jam 7 malam, waktunya mereka berangkat ke rumah Leni Subeni. Dengan
santai mereka berjalan ke arah motor bebek milik Dochi. Dengan
bodohnya, Dochi lupa bawa satu helm lagi buat Dmaz. Otomatis, selama
perjalanan mereka harus harap-harap cemas biar gak ketemu polisi.
Kecemasan mereka meningkat levelnya jadi ketakutan setelah nyampe di
satu prapatan yang ada polisi bertampang super sangar, dan bener aja
suara PRIIIIIIIITTTT akhirnya terdengar membahana pertanda motor mereka
harus segera menepi karena polisi itu ngeliat Dmaz gak berhelm. Dengan
keadaan
genting,
mereka harus berpikir cepat! Biasanya setiap Dmaz ditilang polisi
karena mobilnya ngelanggar lampu merah pasti dia beralibi sedang diare
jadi buru-buru…tapi kali ini beda kasus. Tanpa mikir panjang akhirnya,
mereka kompak bersandiwara…begini kira-kira dialognya:
Polisi : Malam, Dek…coba sini liat SIM dan STNK nya. Adek tau kesalahan Adek?
Dochi : Hah? Kan tadi lampunya ijo, Pak…
Polisi : Bukan masalah lampunya lalu lintasnya, tapi teman adek yang di belakang ini gak pake helm!
Dochi langsung ngeliat ke arah belakangnya, tempat Dmaz duduk.
Dochi : Loh, Pak? Gak ada siapa-siapa ah…saya kan naik motor ini sendiri
Polisi itu menoleh heran…dia memperhatikan Dmaz yang kebetulan lagi pake warna item-item. Tatapan Dmaz kos

Tidak ada komentar:
Posting Komentar